![]() |
| Paradoks RAM DDR3 |
Dunia teknologi sedang mabuk kepayang karena Artificial Intelligence (AI). Logikanya sih, ketika kita bicara soal AI, mata kita pasti tertuju pada GPU high-end, HBM (High Bandwidth Memory), atau setidaknya RAM DDR4 atau DDR5 yang ngebut.
Tapi, ada satu anomali aneh yang bisa dibilang "plot twist" dalam industri silikon—yang sedang terjadi di pasar komponen bekas dan entry-level. Harga RAM DDR3 perlahan merangkak naik.
Ya, Kalian Enggk salah baca. RAM yang seharusnya sudah masuk museum sejarah komputasi ini justru ikutan kena "cipratan" efek AI. Sebagai orang yang biasa merakit komputer dan juga memantau pergerakan harga, data dan hardware, ini adalah anomali yang menarik untuk dibedah. Kenapa hardware lawas ini menolak punah?
Sekarang kita bedah secara mendalam, kritis, tapi tetap santai.
Daftar isi :
1. Efek Domino Rantai Pasok (Supply Chain)
- Dampaknya: Lonjakan Permintaan Motherboad dan RAM DDR3 semakin banyak
- Realita: Permintaan untuk maintenance server lama dan komputer industri masih ada, tapi stok barunya menipis. Hukum ekonomi dasar berlaku: Suplai turun, harga naik.
2. "Budget AI" dan Kaum Homelab
- DDR3 ECC (Server Memory) harganya murah (sebelumnya).
- Anda bisa menjejali server tua dengan 256GB RAM DDR3 dengan biaya yang jauh lebih murah daripada membeli 64GB DDR5 masa kini.
- Teknik seperti CPU Offloading memungkinkan model AI berjalan di RAM sistem biasa meski lambat.
3. Kanibalisme Komponen
4. Siklus Hidup Legacy yang Memanjang
Harga Ram DDR3 Per Januari 2026
- RAM 8GB DDR3/DDR3L (Laptop/PC): Harga rata-rata pasar berkisar antara Rp200.000 - Rp350.000, dengan merek seperti V-GeN, VenomRX, dan Kingston.
- RAM 4GB DDR3/DDR3L: Berkisar antara Rp70.000 - Rp150.000.
- Kondisi Pasar: Terjadi tren peningkatan permintaan pada sistem lama (second/baru), di mana harga RAM DDR3 yang sempat murah, naik signifikan akibat tingginya harga memori modern.
- Contoh Harga Second: RAM DDR3 8GB second/bekas berkualitas berada di kisaran Rp145.000 - Rp250.000.
Kesimpulan: Anomali di Tengah Revolusi
Naiknya harga DDR3 adalah bukti bahwa ekosistem teknologi itu saling terhubung secara unik. AI memang mendorong inovasi di puncak (DDR5/HBM), tapi getarannya mengguncang sampai ke dasar (DDR3).
Bagi Anda yang masih memegang stok DDR3, selamat! Anda sedang memegang "aset antik" yang nilainya terjaga oleh situasi pasar yang irasional. Bagi pembeli, ini peringatan: di era AI, bahkan barang rongsokan pun bisa naik kelas harganya.
DDR3 memang sudah tertinggal, tapi pasar membuktikan: dia belum mau mati.
