![]() |
| Tips Membeli Laptop |
Buat kalian yang punya budget pas-pasan tapi pengen beli laptop (notebook), maka membeli laptop bekas adalah salah satu solusinya. tetapi membeli laptop bekas dibutuhkan kejelian dan kepandaian menawar harga, sehingga kita bisa mendapat laptop yang masih bagus dengan harga yang terjangkau. Saya sudah 5 tahun lebih memegang laptop, dan sudah berkali-kali saya ganti laptop (kebanyakan laptop bekas) karena memang budget saya terbatas.
Kalian sebaiknya mencari info terlebih dahulu spek dan merek notebook yang akan kalian beli. Ada sedikit tips dari saya sebelum membeli notebook bekas atau second. Semoga artikel ini bisa memberikan sedikit pertimbangan sebelum membeli notebook.
Daftar Isi :
Saat kita cek laptop bekas (atau bahkan laptop baru kelas entry-level), jangan buru-buru nysel kalau terasa agak lambat saat booting atau membuka aplikasi. Seringkali, masalahnya bukan pada kerusakan hardware, tapi karena banyaknya 'sampah' sistem atau bloatware yang berjalan di latar belakang.
Jika kondisi fisik laptop masih oke dan harganya masuk akal, sikat saja! Masalah lelet itu bisa diatasi belakangan dengan sedikit pengaturan sistem. Untuk trik lengkapnya, kamu bisa ikuti panduan saya tentang [Cara Mempercepat Kinerja Laptop Di Windows] agar laptop tersebut langsung terasa ngebut seperti baru lagi tanpa perlu biaya tambahan."
Tes Kemampuan Grafis (VGA) Sederhana
Walaupun kalian tidak membeli laptop khusus gaming, sangat disarankan banget nih buat melakukan tes grafis sederhana. Tujuannya sih untuk memastikan kartu grafis (VGA) dan sistem pendingin (kipas) bekerja normal saat dibebani tugas berat.
Caranya? Coba instal dan mainkan game sebentar. Tidak perlu game berat bergiga-giga yang bikin laptop meledak. Cukup gunakan game yang fun tapi bisa memancing kerja GPU. Kalau bingung mau tes pakai game apa yang cocok untuk spek laptop standar, kamu bisa intip daftar [Game Ringan Terbaik] yang sudah saya kurasi. Kalau laptop bisa menjalankan game-game tersebut dengan lancar tanpa overheat, berarti mesinnya masih sehat walafiat.
Cek "Detak Jantung" Laptop (CPU Usage)
Tampilan fisik mulus belum tentu mesinnya sehat. Salah satu cara paling ampuh untuk mengetahui kesehatan jeroan laptop—terutama prosesor dan sistem pendingin—adalah dengan mengintip CPU Usage.
Caranya gampang banget, tidak perlu instal aplikasi aneh-aneh:
- Hidupkan laptop.
- Tekan tombol Ctrl + Shift + Esc secara bersamaan untuk membuka Task Manager.
- Pilih tab Performance dan lihat grafik CPU.
Apa yang harus diperhatikan?
Biarkan laptop diam (idle) selama 1-2 menit tanpa membuka aplikasi berat. Perhatikan angkanya:
- Normal: Grafik turun dan stabil di angka rendah (biasanya di bawah 10-15%). Ini tandanya sistem operasi sehat dan tidak ada virus yang berjalan diam-diam.
- Bahaya: Jika laptop diam tapi CPU Usage terus-terusan tinggi (di atas 50% atau bahkan 100%) dan kipas berbunyi nyaring, waspadalah! Ini bisa jadi tanda ada malware, bloatware (aplikasi bawaan sampah), atau pasta prosesor yang sudah kering sehingga laptop cepat panas (overheat).
Kalau kamu menemukan laptop bekas incaranmu mengalami high [CPU usage] padahal cuma diam di desktop, sebaiknya pertimbangkan lagi atau minta penjual untuk melakukan instal ulang/pembersihan. Tapi kalau kamu sudah terlanjur beli dan mengalami masalah ini, jangan panik dulu. Coba ikuti panduan saya di artikel [Cara Mempercepat Kinerja Laptop Di Windows] untuk menjinakkan CPU yang 'liar' tersebut agar kembali adem dan responsif."
Langsung aja kita bahas soal tips mengenai membeli laptop bekas atau second. Berikut hal-hal mendasar yang patut diperhatikan supaya kalian mendapatkan laptop bekas namun masih bagus dan sangat layak digunakan:
1. Cek Kesehatan Baterai & Konektivitas Baterai adalah nyawa laptop saat dibawa mobile. Jangan hanya percaya klaim penjual. Saat mengecek laptop bekas, tes ketahanan baterainya. Standar laptop sehat masa kini minimal bisa bertahan 2-3 jam untuk pemakaian ringan (ketik & browsing).
- Tips: Cek juga Battery Health menggunakan software atau command prompt jika memungkinkan.
- Cek Port & Fitur: Pastikan port charger, USB, WiFi, Bluetooth, Webcam, dan Card Reader berfungsi. Lakukan tes kirim file via Bluetooth atau sambungkan ke WiFi (tethering HP) untuk memastikan drivernya normal.
- Contoh: Apakah perlu membeli "Laptop Gaming" mahal jika hanya dipakai untuk mengetik di Word atau Excel? Tentu mubazir.
- Namun, jangan juga membeli laptop yang terlalu murah tapi spesifikasinya menyiksa. Cari titik tengah (value for money) agar tidak kecewa di kemudian hari.
- Casing: Cek apakah ada retak atau bekas jatuh di sudut-sudut laptop. Goresan halus (lecet pemakaian) mungkin wajar, tapi retakan bisa memengaruhi komponen dalam.
- Layar (Penting!): Nyalakan laptop dengan background warna putih dan hitam polos. Cek apakah ada Dead Pixel (titik mati), White Spot (bercak putih), atau garis di layar. Layar adalah komponen paling mahal untuk diganti!
- Keyboard & Touchpad: Tes SEMUA tombol satu per satu menggunakan aplikasi Keyboard Tester online. Pastikan tombol fungsi (FN), tombol spasi, dan shortcut lainnya empuk dan responsif.
- Wajib SSD: Hindari laptop yang masih memakai HDD (Hardisk) biasa sebagai sistem utama karena sangat lambat. Pastikan sudah menggunakan SSD.
- Cek CPU Usage: Diamkan laptop sejenak di tampilan desktop. Buka Task Manager. Jika CPU Usage tinggi (di atas 50%) padahal tidak membuka aplikasi apa-apa, waspadalah! Bisa jadi ada masalah sistem atau panas berlebih (overheat).
- Tes Performa:
- Ingin tahu mesinnya sehat atau tidak? Coba tes dengan menjalankan game ringan. Anda bisa melihat daftar [Game Ringan Terbaik] ini sebagai referensi untuk tes beban kerja GPU tanpa bikin laptop meledak.
- Jika spesifikasi laptop incaran Anda pas-pasan tapi kondisi fisiknya mulus, jangan buru-buru ditolak. Masalah lemot seringkali bisa diatasi lewat software. Simak triknya di artikel Cara Mempercepat Kinerja Laptop Di Windows agar performanya kembali ngebut.
- Garansi Personal: Jika membeli bekas, wajib minta garansi personal minimal 3-7 hari kepada penjual. Ini untuk memastikan tidak ada penyakit kambuhan (seperti mati total tiba-tiba) saat laptop sudah dibawa pulang.
Penutup
Itulah beberapa Tips untuk membeli laptop baru ataupun bekas yang bisa kalian terapkan ke siappun agar tidak salah membeli perangkat komputer tersebut, atau mungkin menjadi panduan dari artikel ini untuk kalian yang baru ingin membeli perangkat komputer
