 |
| Grok AI |
Pada waktu belakangan ini, jagat dunia maya twitter atau sekarang lebih dikenal dengan X dihebohkan dengan adanya kabar kurang enak, khusunya dari pengguna platform X dulunya dikenal Twitter, yaitu Grok AI, kecerdasan buatan yang menjadi pesaing kuat ChatGPT ini dikembangkan oleh Elon Musk, ternyata sudah tidak bisa digunakan secara mendalam oleh pengguna negara kita Indonesia.
Cukup mengagetkan sekali, munculah banyak pertanyaan dari pengguna Media Sosial X ini, "Kenapa Grok AI diblokir Kominfo?" padahal teknolgo Grok AI ini digadang-gadang sebagai salah satu pesaing berat AI tercanggih dan real-time.
Apa mungkin karena kontennya mengandung unsur berbahaya? atau mungkin gimik saja sebagai salah satu teknik marketing menaikan populeritas pengguna Grok AI, buat kalian semua yang penasaran, ayo kita bedah tuntas kasus pemblokiran Grok AI di Indonesia ini.
Apa Itu Grok AI?
Sebelum saya membahas lebih dalam soal pemblokiran Grok AI, kayanya lebih enak kita kenalan dulu deh dengan Grok AI ini salah satu AI yang populer belakangan ini, Grok AI adalah chatbot berbasis kecerdasan buatan atau machine learning terkemuka yang dikembangkan olehxAI, perusahaan milik Elon Musk.
Keunggulan utama Grok Ai dibandingkan Ai lainnya adalah:
- Akses Data Real-time: Mengambil langsung informasi dari postingan di platform X.
- Minim Sensor (Rebel): Diranvang juga untk menjawab pertanyaan dengan sedikit lelucon atau sarkasme, serta lebih "nekat" dibandingkan AI lainnya yang cukup dibatasi kemampuannya.
- Dan memberikan jawaban yang lebih bebas, tanpa sensor yang ketat seperti AI lainnya.
Sayang sekali kecanggihan ini tersanding masalah regulasi di Indonesia. Kebebasan inilah yang rupanya menjadi bumerang, terutama terkait dengan kemampuan image generator (pembuat gambar) miliknya.
Alasan Krusial : Darurat Deepfake Asusila
Berbeda rumor yang sebelumnya mengaitkan permblokiran ini dengan isu domain bekas judi online, alasan sebenarnya jauh lebih parah lagi dan menyangkut moralitas digital seseorang.
Berdasarkan informasi terbaru yang saya cari, komdigi resmi memblokir akses Grok AI imbas dari seringnya netizen menggunakan AI untuk Deepfake Asusila.
1. Generator Konten Pornografi (Deepfake)
Fitur untuk image generator pada Grok versi terbaru ini dilaporkan terlampau longgar pada hal filter konten, banyak pengguna yang tidak bertanggung jawab untuk menggunakan fitur ini sebagai generator gambar tak senonoh (pornografi) yang melibatkan wajah tokoh publik atau orang biasa tanpa izin.
2. Pelanggaran UU ITE & Pornografi
Di negara Indonesia, penyebaran konten asusila diatur sangat ketat dalam undang0undang ITE dan UU Pornografi, karena GROK AI dianggap memfasilitasi pembuatannya atau generato konten terlarang itu secara masif pada platform x, akhirnya Komdigi memutuskan buat memutus akses demi melindungi ruang digital Indonesia.
Respon Komdigi dan Netizen
Dengan cara pemblokiran ini dinilai sebagai upaya tindakan yang preventif agar penyebaran konten ilegal tersebut tidak akan meluas di kalangan luas warganet Indonesia.
Pihak Komdigi juga sudah menegaskan bahwa setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang beriprasi di Indonesia harus mematuhi aturan terkait konten negatif, jika x ingin fitur ini dibuka kembali, mereka harus memastikan adanya perubahan pada sistem filter konten yang kuat untuk mencegah pembuatan konten pronografi.
Apakah Masih Bisa Diakses Grok AI?
Sampai saat ini Grok AI sudah ditutup sementara demi melindungi masyarakat dari bahaya konten pornografi palsu atau deepfake.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dengan tegas menyatakan keputusan ini diambil sebagai respon mendesak resiko penyalahgunaan teknologi AI untuk melindungi perempuan, anak, dan seluruh warga negara Indonesia.
Pemerintah menilai pada fenomena deepfake seksual ini bukan hanya pelanggaran biasa, namun pelanggaran yang masuk dalam kategori serius terhadap hak asasi manusia, pada praktek menipulasi gambar atau visual ini dapat merusak identitas visual warga negara.
Tentu saja ini mempengaruhi juga kepada dampak psikologi bagi orang yang menjadi korban manipulasi gambar pornografi atau deepfake.
Saat ini masih dapat diakses oleh pengguna namun yang berbayar saja pada paket Premium X, jika pengguna akun X meminta Grok untuk edit foro lewat mention, maka chatbox itu akan menjawab langsung tersedia hnya untuk pelanggan berbayar diikuti juga ajakan link berlangganan.
Kesimpulan
Jadi sudah jelas bahwa Grok AI diblokir dengan fitur yang terbatas pada pengguna premium platform X, notifikasi akan muncul melalui mention kepada pengguna beserta link ajakan langganan akses premiumnya.
Meskpun begitu masih banyak juga pengguna yang mencoba untuk mengakses fitur grok pornografi pada akun orang lain dan gagal.