![]() |
| Bing Image Creator |
Lho, kok bisa teknologi canggih malah bikin kita harus bayar lebih mahal? Berdasarkan laporan dari Detik Inet dan analisis pasar global, berikut adalah alasan kenapa AI jadi "biang kerok" mahalnya harga HP di tahun 2025 dan seterusnya.
1. Rebutan Jatah Memori (RAM)
Ini adalah alasan paling teknis tapi paling berdampak. Fitur Generative AI (seperti Galaxy AI atau Gemini di Android) membutuhkan memori yang sangat besar dan cepat untuk bekerja.
Masalahnya, raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan Microsoft juga sedang gila-gilaan memborong memori kualitas tinggi untuk server pusat data (Data Center) mereka demi melatih AI. Akibatnya:
- Pabrik memori (seperti Samsung & SK Hynix) lebih memprioritaskan pembuatan memori untuk server karena cuannya lebih besar.
- Stok memori (DRAM) untuk smartphone jadi langka.
- Hukum ekonomi berlaku: Barang langka = Harga naik.
2. "Otak" HP Semakin Mahal
Agar sebuah HP bisa menjalankan fitur AI yang canggih secara offline (langsung di perangkat tanpa internet), ia butuh prosesor yang sangat ngebut.
Chipset terbaru seperti Snapdragon 8 Elite atau Dimensity 9400 dirancang khusus dengan NPU (Neural Processing Unit) yang powerfull. Biaya riset dan produksi chipset "otak AI" ini jauh lebih mahal dibanding chipset generasi sebelumnya. Kenaikan harga komponen inilah yang akhirnya dibebankan kepada kita sebagai pembeli.
3. Fenomena "AI Tax"
Apa Dampaknya Buat Kita?
- Siap merogoh kocek lebih dalam untuk HP dengan spesifikasi top-tier.
- Membeli HP dengan harga "wajar" tapi dengan spesifikasi memori (RAM) yang mungkin disunat atau dikurangi oleh produsen.
